Cukup dijadikan kenangan dan pengalaman. Karena semua itu pilihan. Tergantung dilihat dari sisi mana, beda individu beda juga anggapan. Sejatinya nilai bersumber dari hati pribadi.
Cuplikan oret-oret diatas mengingatkan pada suasana 13 Agustus 2014 🤗🤗
Jumat, 26 Juni 2020
Senin, 15 Juni 2020
Kuliah di Unisda Lamongan
Awalnya saya tidak menyangka atau menduga kenapa saya bisa berkuliah di Unisda Lamongan. Memang sempat terukir sejak lulus SMA untuk melanjutkan studi ke perguruan tinggi tapi apalah daya pada waktu itu faktor ekonomi yg tidak memungkinkan.
Dirumah saya sebagai guru Madrasah Diniyah(MADIN) mulai dari tahun 2014 sampai sekarang mengajar aktif dan sebagai anak seorang petani yg berlatar belakang di Sawah. Dan saya pun ikut terjun langsung bagaimana kehidupan bertani langsung. Dirumah juga saya juga aktif berorganisasi katakanlah organisasi itu yg sangat2 saya cintai yakni Ansor&Banser.
Suatu hari pernah berfikir untuk kuliah, tapi keadaan tidak memungkinkan. Tapi dalam hati selalu berdo'a agar selalu diberi kemudahan. Yang saya rasakan justru di tahun 2019 sungguh saya benar2 bersyukur kepada Allah SWT. Mungkin ini sebagai barokah dari Ngajar ngaji dan aktif di organisasi Ansor Banser, kenapa karena saya bisa berkuliah di Unisda Lamongan ya karena ada beasiswa Guru MADIN, ahirnya saya ikut program tersebut dan bisa diterima kuliah di Unisda Lamongan lewat jalur beasiswa Guru MADIN. Ini yg tidak bisa saya lupakan dan selama berkuliah disini. Yakinlah harapan itu ada, tetap yakin dan usaha disertai do'a agar bisa terwujud segala harapan dan cita-cita. Di Unisda Lamongan ini saya beruntung sekali dapat teman seperjuangan yag aktif mengabdi di lembaganya masing-masing. Dan yg paling menarik disini ketika bimbingan bahasa Inggris saya dapat berteman dengan mahasiswa reguler yg jarak usia saya sangat jauh. Tapi itu tidak mengurangi niat saya untuk tetap mencari ilmu disini.
Terima kasih MADIN Al-Huda
Terima kasih Unisda Lamongan
Dirumah saya sebagai guru Madrasah Diniyah(MADIN) mulai dari tahun 2014 sampai sekarang mengajar aktif dan sebagai anak seorang petani yg berlatar belakang di Sawah. Dan saya pun ikut terjun langsung bagaimana kehidupan bertani langsung. Dirumah juga saya juga aktif berorganisasi katakanlah organisasi itu yg sangat2 saya cintai yakni Ansor&Banser.
Suatu hari pernah berfikir untuk kuliah, tapi keadaan tidak memungkinkan. Tapi dalam hati selalu berdo'a agar selalu diberi kemudahan. Yang saya rasakan justru di tahun 2019 sungguh saya benar2 bersyukur kepada Allah SWT. Mungkin ini sebagai barokah dari Ngajar ngaji dan aktif di organisasi Ansor Banser, kenapa karena saya bisa berkuliah di Unisda Lamongan ya karena ada beasiswa Guru MADIN, ahirnya saya ikut program tersebut dan bisa diterima kuliah di Unisda Lamongan lewat jalur beasiswa Guru MADIN. Ini yg tidak bisa saya lupakan dan selama berkuliah disini. Yakinlah harapan itu ada, tetap yakin dan usaha disertai do'a agar bisa terwujud segala harapan dan cita-cita. Di Unisda Lamongan ini saya beruntung sekali dapat teman seperjuangan yag aktif mengabdi di lembaganya masing-masing. Dan yg paling menarik disini ketika bimbingan bahasa Inggris saya dapat berteman dengan mahasiswa reguler yg jarak usia saya sangat jauh. Tapi itu tidak mengurangi niat saya untuk tetap mencari ilmu disini.
Terima kasih MADIN Al-Huda
Terima kasih Unisda Lamongan
Langganan:
Komentar (Atom)
-
Penulis : NUR HASAN Menjadi kader NU tentunya dapat lewat dari berbagai BANOM (Badan Otomom) NU. Seperti tingkat pelajar ada IPNU/IPPNU, pe...
-
Sebelumnya saya ingin membuat urain sedikit tentang komunitas SKR. Apa si SKR itu? SKR merupakan nama Jam'iyah sholawat/perkumpulan bis...

